ini judul berdasarkan pengalaman dan analisis gua…
selama ini banyak beredar jargon
‘kalau mau sukses jadilah orang bodoh’
‘orang bodoh lebih sukses daripada orang pintar’
dan lain-lainnya. (ini dalam hal akademis)
coba seandainya lo jadi orang bodoh, lo ngeliat jargon itu bikin timbul pikiran
‘ngapain gua cape2 jadi pinter, lha wong bodoh malah sukses, mending gua bodoh aja’
nah kalo seandainya lo jadi orang pinter, apa lo ga sakit hati???
‘anjir gua udah susah2 pinter, malah lebih sukses yg bodoh, tai lah dunia ini’
nah itu dia yg gua analisis disini…
kenyataannya, orang yg biasa-biasa saja malah cenderung lebih ‘sukses’ —dalam artian duniawi— ketimbang orang yg pintar akademis
dan pengalaman gua mengatakan, bahwa jargon tersebut bisa dikatakan benar.
ketika gua smp, gua bekerja keras, rajin supaya gua bisa termasuk ‘pintar akademis’ tapi toh udah bekerja keras, capek capek, tapi pada kenyataannya gua ga memperoleh sukses dan bahagia menurut idealisme gua
sedangkan ketika gua sma, gua mencoba sesuatu yg lain, dan gua memilih malas akademis, tidak memprioritaskan belajar yang rajin supaya ‘pintar akademis’ seperti yg gua lakukan ketika smp.
dan di sma, gua berada di golongan orang bodoh dgn ranking 20an—malah pernah 30an— and that’s fine with me, karena gua mendapatkan kebahagiaan, atau sukses menurut cara pandang gua dan idealisme gua
dan orang yg ‘pintar’ tidak mendapatkan itu…
dan orang yg lebih ‘bodoh’ lebih mendapatkan itu…
ini sih hanya pendapat gua, karena gua bukan orang yg pintar, tapi juga bukan orang yg bodoh.
tapi, gimana sih rasanya lo jadi orang paling pinter???
udah cape2 pinter, ga sukses pula, sakit hati coooooy
that’s the end — and it’s a demotivational story —